Dek Rifqi, maafkan Ayah ya jika ayah tidak bisa memberi yang terbaik untukmu, maafkan Ayah jika Ayah hanya bisa seperti ini.
Disaat memandang wajah teduh itu juga terbayang suatu saat nanti Dia akan menjadi seperti apa? apakah Dia bisa menjadi seperti harapan orang tuanya, apakah Dia akan memberikan perhatian kepada kedua orang tuanya disaat orang tua ini sudah pikun, Lemah dan tak mampu? Semua itu hanya sekedar harapan orang tua yang juga saat mengharapkan kasih sayang darinya saat tulang-tulang ini sudah rapus dan keropos.
Dik Rifqi, sungguh berat yang kami rasakan waktu mengasuhmu saat kau kecil, saat nakal kadang kami merasa agak jengkel, tetapi sebenarnya kami hanya ingin membimbingmu ke arah yang lebih baik. Kami sangat menyayangimu, Sungguh sangat-sangat sayang padamu. Semoga Alloh memberi yang terbaik bagi keluarga kami dan senantiasa membimbing dan melindungi dimanapun kami berada, Amin...